Kamis, 01 November 2012
Sampai menutup mata 4 ( hati ke hati )
Rasa nya aku tak percaya menghadapi kenyataan ini. namun aku harus bisa menerima takdir Tuhan tentang dia,aku harus tetap tegar di hadapan dia,sekarang giliran aku,aku yang harus membuat dia tersenyum. karena,selama ini hanya dia yang mampu membuatku tersenyum sampai hati.
satu setengah jam setelah kemoterapi.
aku bergegah kembali di ruang tunggu sebelum dia pulih dan menghampiriku,aku tak mau dia melihatku bersedih seperti ini.
aku duduk santai,seperti tak ada masalah yang menganjal di hati. Tiba2 dia keluar dengan perlahan dari ruang kemo,senyum dia masih saja melekat,aku punbergegas merangkul dia, namun dia menolak,
dia" ga usah,akuu baik2 aja ko,lihat nihhh sehatkan." sambil melepas peganganku dengan senyum yang konyol. aku hanya bisa mengeleng saat dia mengatakan itu.
dia tak seperti orang sakit,dia berpenampilan biasa seperti halnya orang sehat.
Setelah di rumah sakit, dia mengajaku ke danau,aku sangat khawatir dengan ke adaan dia,dia bukan sakit biasa. setelah sampai di tepi danau,lagi2 dia memberiku kejutan,dia menutup mataku dengan sehelai kain merah,dia memintaku agar menunggu,sementara dia akan mengambil sesuatu. dengan sabar aku menunggu dia sambil merilekskan kaki dia air danau.
namun tiba2 brugggg..
aku langsung membalikan badan dan membuka penutup mata, aku melihat dia tergeletak dengan hidung yang mimisan, aku langsung merangkul dia. dia pun terbangun,dia tampak lebih sehat,dia ingin tetap mengengambil hadiah untukku, namun aku merlarang nya.
aku "udah,udah kamu ga usah ngambil barang itu buat aku,sekarng yang terpenting kesehatan kamu buat aku,mungkinlain kali bisa,kamu harus memperdulikan kondisi kamu,aku khawatir sama kesehatan kamu,aku ga mau penyakit kamu semakin parah." sambil merangkul dia menangis.
dia " lihat aku,lihat aku, aku baik2 saja,lihat, aku masih bisa bikin senyum kamu,aku masih bisa bikin kamu tertawa bebas,aku masih bisa nemenin kamu,aku masih bisa ngasih kejutan buat kamu,aku masih bisa di sisi kamu ,aku masihh bisaa,aku bisa,,." sambil membentak sedih.
di situ aku semakin merasa tak ingin jauh dari dia,
aku " tapi.. kamu harus..". sembari menatap sendu.
dia " stttt, selama aku hidup,dan selama aku masih bisa melihatmu aku takkan menganggap kanker ini ada,semua itu aku anggap hanya mimpi,selagi hidup,dan selagi bersamamu aku akan mersakan kesehatan dalam hati,kekuatanmu adalah dirimu,jadi biarkan lah aku membahagiakan mu,sebagimana pun buruknya kondisi fisikku sekarang maupun nanti,karena aku ingin memberikan kesan indah untuk mu,untukmu yang aku syang.tolong perlakukan aku seperti biasanya,aku masih bisa." sambil menatapku tajam dan meyakinkanku akan keadaan nya.
air mata ini semakin deras membasahi pipiku,dengan lembut dia menghapusnya. lalu dia mengeluarkan sesuatu dari saku nya, sebuah cincin indah yang telah dia persiapkan untukku selama ini. aku hanya bisa menatap dengan senang. dia memasangkan di jari manisku,sekali lagi, meski dia dalam keadaan sakit dia masih mampu membuatku tersenyum.
karena darah di hidungnya terus mengalir,aku mencoba menghapusnya dengan saputangan miliku,se ulas demi ulasan aku menangis dalam hati melihat keadaan dia seperti ini.
hari itu berakhir dengan emosi yang bercampur haru,sampai senja aku dan dia tetap berada di tepi danau.
Hari Minggu tanggal 26 Februari 2000
hari itu aku tak menemui dia karena aku harus ke toko buku untuk mencari bahan pelajaran yang di tugaskan dari sekolah. pagi itu hari cerah,aku dengan santai berjalan menuju toko buku terdekat. di sana aku mencari buku yang aku perlukan dan sambil mencari buku tentang penyakit leukimia, aku mencari buku itu untuk mengetahui cara merawat kondisi dia,bagaimana asupan gizi yang harus dia terima,agar kondisi dia berngsur membaik. setelah mendapatkan buku yang aku butuhkan, aku menyempatkan bersantai dia alun2,sambil mempelajari buku itu,aku membeli makanan ringan untuk menemani hari santaiku.
pada saat itu datang lah seorang pengamen yang menyanyi didepanku ,
lagu : betapaku cinta padamu
katakanlah kau cinta padaku
sematakanku di hatimu
walau dimana berada ingatku dalam do'amu
hiasilah hati dengan cinta suci selamanya ...
gemerlapkan cinta
semikanlah cinta
semoga kau dan aku akhirnya bersama
aku kan menunggu
walau pun seribu tahun lagi .. ho uooo.
dengan senang hati ku memberikan uang pada pengamen aku, aku tersenyum sendiri mendengar lagu itu, bagaimana tidak,lagu itu,lagu pertama yang dinyanyikan dia padaku dan sangat tersanjungnya aku bila mendengar lirik itu,sperti kata2 yang selalu dia ucapkan.
tak beberapa lama setelah pengamen itu pergi,aku pun bergegas pulang dan akn menyiapkan makanan untuk dia,sesuai dengan aturan buku yang aku dapatkan.
di rumah aku memasak sayur2an,ayam dan nasi dan ku kemas rapih,tanpa berlama2 aku mengunjungi rumah nya. di sana terdengar lantunan gitar yang berasal dari samping rumahnya,saat ku coba untuk menengoknya, ternyata dia sedang bersantai di bawah pohon di belakang rumahnya, dengan senyuman dia menyapaku ketika dia melihatku ada di hadapannya, dan seketika dia memberhentikan gitar yang tengah dia mainkan. dan dia menanyakan apa yang aku bawa hri ini,dia sangat menunggu makanan yang ku antarkan.
kini saat nya aku menunjukan rasa perhatianku pada dia, dengan perlahan aku ,menyuapi dia dengan senang hati, di lihat dari raut wajahnya dia sangat bahagia dengan kehadiranku hari ini. di hari libur,kita masih bisa bersama dalam canda.tiba2 aku teringat dengan vitamin yang harus dia konsumsi,dan dia pun menuruti saranku.
hari itu sangat melelah kan,terlihat dia seperti kelelahan,aku pun menyarankan agar dia istirahat, dia pun tertidur di pangkuanku di teras rumahnya. dengan tak henti menatap wajahnya dengan halus ku mengusap wajahnya semoga dia nyaman dengan istirahatnnya siang ini.
semakin hari semakin ku menyayanginya,dengan keadaan ini,aku menyempatkan agar mampu membalas semua kesediaannya pada ku.
hari ini sedikit demi sedikit awan hitam mulai tertutup sinar cinta,sinar cinta yang berasal dari ketulusan hatiku dan hatinya..
BERSAMBUNG ..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar