Kamis, 01 November 2012
sampai menutup mata 3 ( mencoba tegar meskipun terluka )
Pagi itu semakin saja membuatku bertambah haru,semoga saja kejadian kemarin tak terulang lagi.
Meski dalam keadaan kurang sehat,tapi ada saja yang bisa dia lakukan buat aku tersenyum, semakin saja aku tak mau berpaling dari dia.
Semenjak kejadian yang menimpa dia,aku jadi trauma,trauma dalam arti lebih perhatian ketimbang dulu. Setiap sekolah aku ingin selalu bersama dia, aku harus tau segala kondisi dia disaat itu, namun aku ikhlas menjalankan nya dan dia hanya bisa tersenyum melihat kepanikan aku ini.
Pada sore hari di dekat danau,
seperti kebiasaan lama, aku dan dia selalu menyempatkan diri melepas penat di danau, sore itu suasananya sangat dingin dengan angin yang berhembus menyapa kita berdua. sangat indahnya sore itu,mega mulai menampakkan warnanya, akupun bersandar di bahunya sembari bercerita canda.
aku pun teringat akan sesuatu,sesuatu yang ingin aku tanyakan padanya. aku mulai terbangun dari sandaran nya,aku menatap dia dengan santai aku bertanya
" kamu kemarin sakit apa sih? sampe pingsan tiba2,bikin aku kaget jantungan tau." sambil menyubit nakal tangan dia.
dia "oh itu,ya biasalah kurang sehat aja,kamu taukan aku manusia pastilah ada masa lelah nya,jadi kamu khawatir sama aku,sampe acara nolongin aku sampe segitunya,aku ga salah milih kamu sayang,kamu perempuan yang pengertian,makin sayang kamu deh." sambil ngacak2 rambut ku dengan canda. aku paham dengan dia,dan semoga sebaliknya dia paham akan keadaan ku. aku sayang kamu selamanya. senja yang indah menghiasi suasana aku dan dia.Di rumah sebelum berangkat,aku menyiapkan makanan buat dia, apa lagi ini kesukaan dia,semoga saja dia menyukai ini.
setau aku, dia suka sesuatu yang pedas,tapi hari ini aku harus melarang dia,harus sambil senyum-senyum di dapur.
Kringggg.. kringgggg
suara dering sepeda ontel si dia, aku bergegas menghampiri dia,tak lupa akupun membawa makanan yang telah ku siapkan semejak tadi pagi.
"senyum dong nona,agar memperindah suasana hari ini." aku pun tersenyum. tanpa membuang waktu lagi aku dan dia bergegas berangkat ke sekolah.
Sesampai di sekolah aku menajak dia ke taman sdekat gerbang.
dia " ko ke taman dulu ga biasanya,mau ngapain? itu apa yang kamu bawa,ko harumnya enak banget ya." sambil memanja di hadapanku.
aku " ke sini dulu deh,liat aja sama kamu,nihh aku bawain sarapan pagi buat kamu,tanpa pedes ya,maaf ga sesuai dengan kesukaan kamu demi kesehatan kamu juga, tapi ini spesial lohh pasti enak." oke deh aku bakalan melahap habis breakfast buatan kamu,makasih ya. smbil mencubit hidungku dengan senyuman. dengan lahap dia menghabiskan sarapan yang aku bawa, senang rasanya dia menyukai apa yang aku suguhkan. memang memberikan sensasi tersendiri ya bisa membahagiakan orang lain.
dengan menatap dia saat dia melahap makanan itu,aku semakin yakin akan perasaan ini, semua ini bagitu indah aku rasakan,terimakasih Ya Allah atas kebahagiaan ini.tingkah dia lucu, sampai2 aku tertawa melihat mulut dia yang cemongan setelah makan, dan aku mengusap nya dengan saputangan putih ini. dia malah terdiam melihat ku mengusap wajah nya.
dia "kenapa sihh kamu baik sama aku,sampai segini perhatiaan dan telatennya, jujur aku makin sayang kamu." aku hanya bisa tersenyum mendengar dia mengucapkan hal itu. bel sekolah pun berbunyi, segera aku dan dia menuju kelas masing-masing.
semakin hari,aku semakin menyakinii bahwa dialah penghias hari-hariku dengan segela sesuatu yang ada pada dirinya.
Saatnya pulang!aku bergegas menuju taman,namun tak seperti biasanya sahabtku dan dia tidak ada di taman, aku kebingungan dengan keadaan ini. aku dengan tenang menuju kekelasnya dia,namun dia tidak ada di kelas,tapi teman nya ada yang mengabariku didepan kelas bahwa dia pingsan saat olahraga basket tadi pagi dan di bawa ke UKS. aku langsung menuju ke UKS. di sana aku lihat dia sedang tertidur lemas,dia pun terkejut melihatku mengetahui keadaan dia,aku pun menangis memekuknya
" kamu kenapa sih?engga mungkin kamu sakit biasa,aku mohon kamu jujur sama aku." sembari menatap mata dia. dengan tertunduk dia memegang kedua tanganku,aku baru melihat dia sedih seperti ini di hadapanku .
dia "maaf sempat membuatmu bingung dengan keadaanku,maaf aku berbohong sama kamu,sebenarnya,sebenarnya aku sakit,aku sakit,aku difonis mengidap leukimia stadium lanjut,aku ga mau kamu sedih mengetahui kondisi aku yang seperti ini." Perasaanku seketika hancur mendengar ke jujuran dia,keadaan dia yang membuat aku sedih,
aku "ya,aku terima pengakuan kamu,dengan berbesar hati aku terima semua keadaan mu,ya aku maafkan kamu,tapi kamu harus janji buat engga bohong lagi sama aku,harus janji,harus janji." sambil menangis memeluk erat dia. awan kelabu itu kini menghampiri begitu pekatnya.
Hari minggu, 3 September 2000
Hari itu aku menemui dia di danau,dengan wajah pucat dia tersenyum padaku.dia berusaha tampak sehat di hadapanku,meski dalam tubuhnya ada penyakit yang bersarang menggerogoti tubuhnya. aku pun membalas senyumnya meski hati ini menangis karena tak tega melihat sang kekasih sedang melawan penyakitnya.
Hari ini dia mengajakku pergi,aku tak tau dia mau mengajaku kemana. namun dilihat dari arahnya aku yakin dia mengajaku ke rumah sakit,ke rumah sakit untuk dia menjalankan kemoterapi. di hadapannya aku mencoba tegar tersenyum dengan memberikan semangat,namun di balik itu aku menjerit tangis tak kuasa melihat keadaan dia yang seprti ini. dengan santai dia berbincang dengan dokter yang akan menangani dia. dia bergegas menganti pakaian dia dengan pakaian pasien, sebelum memasuki ruangan
aku " kamu terlihat lebih konyol dengan pakaina biru itu,kamu pasti bisa,aku yakin,aku mendo'akanmu sayang." dengan senyum dia pun tersenyum. aku bergegas membalikan badan karena tak kuasa menahan tangis.
dari arah belakang dia menyentuh tanganku,dan meminta menunggu di ruang tunggu. akupun menuruti permintaan dia. hari itu hari yang membuatku pilu,aku harus menyaksikan bagaimna dia melawan penyakitnya sendiri,namun aku tak mengerti dia selalu berparas tegar dihadapanku.
Dengan sedikit keberanian aku melihat lewat kaca transparan bagaiman dia menjalani kemo,saat aku melihat kondisi dia hati ini sungguh tak kuasa,raga ini seakan merasakan sakitnya. dengan mata kepala sendri aku melihat bagaimana seorang dia yang selalu ceria barubah menjadi orang yang terpelinting,berkejang2 menahan kesakitan,saking sakitnya ia sampai berteriak meremas seperai yang disekeliling nya. begitu dasyatnya kemo itu smapai2 dia terjatuh dari tempat tidurnya. dari situ aku berlari menjauhi ruangan itu, sungguh aku tak kuasa melihat penderitaan dia,aku merasa tersakiti dengan hal ini.
"Ya Allah sembuhkan lah dia,dia yang sangat ku sayangi,aku sayang dia Ya Allah,jangan rebut dia dari sisiku." aku tak henti berlari menjajali lorong rumah sakit,air mata mengiringi sedihku melihat keadaan dia,namun aku takkan berhenti untuk menyayangi dia samapai kapan pun.
BERSAMBUNG .. :'(
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar