5 Maret 2000
lagi2 jam bekerku berbunyi di tengah
lelapku, mataku terbuka menyambut indahnya pagi. aku bergegas bangun dan
mempersiapkan diri untuk mengawali kegiatan di hari2 yang ceria ini.
berhubung
hari ini libur aku bakalan merawat tanaman di belakang rumah,dari mulai
menyiram,memotong,menanam atau pun nyilang tanaman, ini merupakan
sebagian hobbi ku.
di belakang rumah terdapat2 berbagai macam
jenis bunga,lily,matahari,tulip namun tidak dengan mawarku,tanaman itu
mulai layu. aku berencana akan mengunjungi toko tanaman untuk membeli
bibit mawar.
namun tiba2 ada yang menutupi mataku,aku pun
terkejut,saatku melepaskn tangan itu,ternyata lagi2 dia dengan senyum
konyol nya,dia pun membawa beberapa bibit mawar yang sangat cantik,aku
sangat senang dengan keberadaan dia.
bersamanya aku mulai menanam
satu demi satu bibit mawar,mawar ini akan menjadi simbol kasih sayang
kita.. senangnya.setelah menanam,dia pun memupuk satu persatu tanaman
tersebut dengan penuh senyum,senyumannya tak perna dilepasnya, aku dan
dia pun menyirami satu persatu tanaman namun dengan kejailan dia tiba2
.. wow air nya di arahkan pada wajahku,aku pun membalas dengan
mengarahkan selang air ke wajahnya, tak henti kita saling manyiramkan
air satu sama lain sampai2 basah kuyup.
tapi ada yang aneh dari
wajah nya,dari hidungnya mulai keluar darah,sejanak aku memberhentikan
semprotan air, dan menghampiri dia. dia"ko berhenti,ada yang aneh dengan
wajahku?" sambil menatap heran. aku " hidungmu,hidungmu mimisan lagi."
sambil menghapus darah di hidungnya. seketika wajahnya berubah memucat
dan tiba2 dia pingsan di pangkuanku.akupun panik dengan kondisinya,
bergegas aku membawanya kedalam rumah dan menempatkan di kamarku dan ku
hangatkan dia dengan selimut, aku melihat selembar kertas di saku
nya,kertas itu berisi keterangan tentang kesehatan nya,ternyata
kesehatannya semakin memburuk dan dia harus menjalani kemo hari
ini,namun dia tidak menjalankan kemo itu,dia malah mendatangi rumahku.
ku semakin di buat bingung dengan kondisi ini.
aku bergegas menuju
rumah sakit di dekat desa,dengan memberanikan diri aku mengendarai
sepeda,meski aku tak lancar. perjalanan menuju rumah sakit cukup jauh
dari rumah ku,semoga dia bisa bertahan,awan pun mulai mendung,beberapa
menit kemudian tibalahku di rumah sakit dan aku langsung meminta tolong
dokter untuk segera menuju rumahku,dokterpun bergegas menuju rumah.
meski
lelah mengayuh sepeda aku tetap berusaha sekuat mungkin untuk memastika
keadaannya,tiba2 hujan pun turun dengan derasnya,aku tetap
mengayuh,penglihatanku mulai terganggu karena derasnya air hujan yang
mengguyur.
agar cepat sampai,aku mencoba mencari jalan
pintas,namun jalan itu sedikit terjal melewati jurang dan berliku,tapi
aku memilih melewati jalan pintas supaya cepat samapai rumah.
dengan perlahan aku melewati jalan terjal,namun bruggg aku terperosok jurang dan tak sadarkan diri.
satu jam kemudian,
aku
terbangun,dan yang membuatku terkejut mengapa penglihatanku menjadi
gelap,aku tak bisa melihat apa2,aku hanya bisa menangis. tiba2 ada
seorang dokter yang mengampiriku,ia mengatakan bahwa saat aku mengalami
kecelakaan aku di tolong oleh seorang petani yang melewati sekitar
jurang dan melihat aku tergeletak penuh luka,kemudian petani itu
membawaku kerumah sakit,soal dia,dia sudah mendapatkan
perawatan,kondisinyapun telah membaik, dan dokterpun mengatakan bahwa
kedua mataku mengalami kerusakan pada kornea sehingga menyebabkan
kebutaan,aku hanya bisa bersedih mendengar semua kenyataan ini.namun ku
harus mampu menerima takdir ini.
awan hitam yang benar2 pekat menyelimuti hati dan kehidupanku,sangat miris hati ini .
Keesokan harinya,
dengan
terbata-bata meraba yang ada di sekitarku,aku menyusuri lorong rumah
sakit untuk menemui dia. beberapakali aku terjatuh,aku belum terbiasa
dengan semua ini,aku belum terbiasa dengan semua ini.. menangis aku tak
terhenti.
hingga beberapa saat ada sesorang yang
menghmpiriku dan memeluku, aku terkejut dan melepaskan pelukannya.
aku "
lepaskan!lepaskan siapa kau??" panik,ketakutan.
dia" mengapa kau
melepaskan pelukan ku? ini aku,aku yang menjadi pelangi hatimu". sembari
memegang erat tangan ku.
aku " sungguh?sungguh ini kau?aku begini.. aku
jadi begini,aku buta,aku tak bisa bercanda dengan mu,tak bisa tertawa
denganmu,aku tak bisa menjaga mu,aku tak bisa,aku tak bisa.." sambil
menunduk tangis.
dia" asal kau tau,aku tak peduli,aku tak peduli,aku
akan menerima mu apa pun keadaanmu sekarang esok atau pun
seterusnya,seperti haly dirimu yang menerima kondisiku meski ku terkena
leukimia sekalipun,dan aku pun berperasaan seperti itu padamu,jd jangan
pernah mengatakan apapun tentang kondisimu kali ini." dengan memeluku
erat. ku kira dia tidak akan menerima keadaan ku,namun aku salah menilai
nya,ternyata dia benar2 menyayangiku dengan tulus dan mampu menerima
apapun keadaan ku. hari ini semua kesedihan ku memuncak namun kehadiran
nya mampu menennagkan hatiku.
8 Maret 2000
hari itu
dia mengajaku mengunjungi danau,semanjak kejadian itu aku dan dia jarang
mengunjungi danau,sampai2 didanau di penuhi rumput dan dedaunan. siang
itu cuaca begitu dingin,dia pun memberikan sebuah syal pdaku,begitu
telatennya dia menjagaku,aku terbata-bata mencoba berjalan sendiri,namun
tetap saja aku terjatuh dan dia pun memebrikan tongkat untuk membantu
berjalan. kita pun sampai di bibir danau,
aku " kamu terlihat lebih
sehat,apa kamu benar2 sehat kali ini.." dengan khawatir ku menanyakan
sambil menyuapi dia makanan.
dia" ya seprti yang kau rasakan kondisiku
mulai membaik." dengan ragu mengatakan. dengan keadaan ku yang buta,dia
bahkan menyembunyikan kesehatannya dariku,sebenarnya dia teramat
merasakan sakit yang hebat.
hingga senja pun tiba aku dan dia masih berada di tepi danau menikmati susasana danau yang dingin.
pagi hari yang tak berwarna bagi penglihatanku,
pukul
9 pagi dia menjempuku di rumah dan memintaku mengantarkan kemo kerumah
sakit,dengan senang hati aku mengantarnya,namun pagi hari ini aku
merasakan keresahan dalam hati ini, tapi ku abaikan saja keresahan itu.
dia pun membantuku duduk di sepedanya.
seperti biasanya dia membuatku nyaman dengan apapun yang dia berikan.
di perjalanan aku masih bisa merasakan keindahan meski tidak dengan mataku.
namun
tiba2 sepeda yang dia kendarai mulai olegg dan terjatuh. aku terjatuh
pingsan terbentur batu,dan dia hanya memar dan masih sadar namun karena
telat menjalani kemo,dia merasakan sakit yang sangat hebat pada
tubuhnya,namun tetap saja dia mengendongku dan membawa ku kerumah sakit
agar ku mendapatkan perawatan tanpa memikirkan kondisi tubuhnya sendri.
dengan darah yang keluar dari hidungnya menetes pada syal,dan wajah yang
pucat,dia tetap menggunakan tenaganya untuk membawaku ke rumah sakit.
sesampai
di rumah sakit dia meminta dokter untuk merawatku, tak lama kemudian
dia pun pingsan tak sdarkan diri,karena takkuasa menahan penyakitnya
yang begitu menyiksa. dan dia juga meendapatkan perawatan serius.
9 Maret 2000
perlahan
aku membuka mata, aku tak menyangka bahwa aku mampu melihat dunia ini
kembali,dengan tak sabar aku ingin memberi tahu nya, bergegas aku
menghampiri ruangan tempat dia dirawat,dengan tanpa menghiraukan rasa
pusing yang ku rasakan,tiba2 ku melihat dengan mataku ini dokter menutup
dia dengan kain,aku pun berlari,mengampiri dokter,
aku " dok, apa2an
ini? apa yang terjadi sama pacarku?dia kenapa donk?dia kenapa?" sambil
menagis tak percaya.
dokter" maaf de,pacar anda meninggal setelah
mendonorkan matanya pada anda." memberi tau dengan perlahan.
takkuasanya aku mendengar pernyataan ini,rasnya jantungku terhenti sejenak setelah mendengar kabar yang memilikan hati ini.
perlahan
aku membuka kain yang menyelimuti wajahnya,
aku " kenapa sih kamu
mengorbankan semua ini demi aku,kenapa?pedahal dengan kekuranganku ini
aku ingin hidup bahagia dengan mu sampai nanti,kamu inget ga sma janji
kamu,bahwa kamu bakalan bikin aku bahagia,dan ga mau ngelihat satu tetes
pun air mata ini terjatuh apapun penyebabnya.tapi mengapa kamu lakukan
ini? dengan kamu pergi meninggalkanku kamu membuat beribu airmata ini
terjatuh karena merasa kehilangan yang mendalam,namun sampai saat ini
sayang dan kasihku tetap untukmu selamanya." memandang dia yang telah
tak bernyawa.
hari itu pun pemakaman nya di lakukan.
awan hitam pekat menyelimuti hatiku hari ini.20 hri setelah kepergiannya.
senja
itu aku berjalan menepaki pemandangan menuju danau,menuju tempat yang
penuh kenangan dengan dia yang selalu menyayangiku. jujur ku masih
terpukul karena kehilangan dia,,karena dia adalah kebahagiaan ku,dia
tempatku bersandar namun kini tinggal khayalan. aku tak mau ternggelam
dalam kesedihan,meski sedih,aku wajib bangkit dan tersenyum,meski tak
bersama nya. aku tak boleh terlihat terpuruk atau sedih,aku harus
trsenyum agar dia tenang melihatku di sini. dia pasti bahagia dia surga
sana, tunggulah aku di surga sana wahay kekasihku.
aku menjelajahi
satu persatu tempat kenanganku bersama nya sembari terbayang tentang
nya,sesekali air mata ini terjatuh karena takkuasa mengingat semua
tentang dia.
sisi danau tempat yang terakhir aku kunjungi,karena
tempat ini semua tentang ku dan tentang dia berawal terukir
indah,bayangan dia masih trlukis jelas di hadapanku,cara dia
tersenyum,cra tertawa,konyolnya dia masih saja terlintas jelas di
benakku.sesekali halusinasiku menggambarkan dia ada di sisiku,namun ku
sadar jika dia telah tiada. meski tiada lagi namun bagiku dia tetap ada
dihatiku dan di mataku yang miliknya.
semenjak menapaki
jalan aku membaa sebuah bingkisan terakhir yang terlah dia persiapkan
sebelum kepergiannya, di dalam nya ada sebuah bunga mawar merah yang
telah layu,mungkin terlalu lama tertunda,sebuah lolypop,sbuah kalung
berliontin cincin yang sanga indah dan sepucuk surat.
SURAT :
salam sayang untuk orang yang sangat ku cintai,
waktu mungkin selalu mengejar kita untuk berpisah,berpisah karena takdir Tuhan.
namun
aku takkan pernah menyerah untuk membahagiakan mu meski dengan
sempitnya waktuku kini. entah kapan maut itu menjemput tubuhku,aku harap
kau jangan menangis,karena mataku yang ada padamu takkan membiarkan mu
menangis,namun entahlah.
selalu aku
harapkan akan kesembuhan penyakitku ini,tekadku sembuh hanya untukmu
seorang,aku ingin membahagiakan mu sampai akhir hidupku.
meski
suatu saat nanti ku takkan ada di sisimu, dengan teddy bear atau pun
kunang2 yanga ada di danau akan menemaniku bila tanpa ku.
aku akan tetap menyayangimu meski tak bersama ragaku kau berada.
hadiah dalam kotak ini aku persiapkan dengan spesial,
bunga mawar merah menandakan keseriusan sayang dan kasih cintaku padamu,
loly pop menyimbolkan kesukaan mu dan kenangan kita berdua selama ini,
kalung liontin cincin melambangkan kebersamaan ku yang kan terus bersamamu ,
dan surat ini menyampaikan semua rasaku untukmu.
kau yangku cintai tetap tersenyum minghiasi alam dunia,di sini aku di hatimu dan dimana pun tetap mengasihimu..
selalu menyayang dan mengasihimu seutuhnya ..
LOVE YOU
surat terakhir dan yang paling indah yang pernah aku dapatkan.
semua kenangan nya kan terukir indah di lubuk hati ini hingga kapanpun.
hari2 ku ini kan ku akhiri di tepi danau ini .. :') TAMAT .. :')
"
MENCINTAI MEMANG MUDAH,NAMUN TAK SEMUDAH MENCINTAI APA YANG DIA
MILIKI,MUNGKIN HARI INI DIA SEMPURNA NAMUN ESOK,ATAU LUSA ATAU KAPANPUN
APA YANG AKAN TERJADI PADA DIA SIAPKAH UNTUK MENERIMA. HANYA CINTA
SEJATI YANG MAMPUN MENERIMA NYA DENGAN KEIKHLASAN TANPA MENGURANGI RASA
CINTA YANG AWAL DI RASAKAN. KATA CINTA MEMANG MUDAH DIKATAKAN,NAMU
MENYAYANGI DAN MENGASIHI TAK TERDAPAT,ITU BUKAN LAH RASA,NAMUN KEPALSUAN
SEMATA. JAGALAH CINTAMU DENGAN SUNGGUH SAMPAI MATI,HINGGA MEMBERIKAN
KESAN PADA ORANG YANG KAU KASIHI." :)